Rabu, Agustus 12, 2026
Beranda Headline IJTI Muria Raya Gelar Pelatihan Jurnalistik di SMKN 1 Purwodadi

IJTI Muria Raya Gelar Pelatihan Jurnalistik di SMKN 1 Purwodadi

14

IGTV.VISION – PULUHAN siswa SMKN 1 Purwodadi, Jawa Tengah mengikuti pelatihan bertajuk Campus Journalism.

Pelatihan jurnalistik ini digelar Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Muria Raya di SMKN 1 Purwodadi, Rabu 12 Agustus 2026.

Salah seorang peserta, Ahmad Luthfi Izzamudin, mengaku awalnya merasa kegiatan tersebut akan membosankan. Namun, setelah mengikuti materi dan praktik yang diberikan, pandangannya berubah.

“Awalnya saya itu kayak boring, terus saya jadi suka. Tadi yang paling menarik itu pembuatan berita,” kata Ahmad.

Menurutnya, praktik pembuatan berita menjadi pengalaman yang paling menarik. Ia bahkan harus berkeliling mencari bahan untuk kemudian diolah menjadi sebuah berita.

“Yang agak deg-degan waktu pengeditan. Jujur saja waktu pengeditan itu tadi hanya dua menit, alhamdulillah berjalan dengan lancar,” ujarnya.

Ahmad mengaku pelatihan tersebut membuatnya tertarik untuk mencoba membuat berita apabila menemukan sebuah peristiwa di lingkungan sekitarnya.

“Harapannya saya menjadi lebih baik lagi. Kalau ada kejadian mungkin saya buat berita,” katanya.

Baca Juga  Polda DIY Belum Terima Laporan Tyo Ardianto Terkait Temuan alat Pelacak di Mobilnya

Selain belajar membuat berita, para siswa juga mendapatkan materi mengenai cara membedakan informasi fakta dan hoaks. Ahmad mengaku kini lebih memahami pentingnya memastikan sebuah informasi sebelum menyebarkannya.

“Kalau hoaks itu tidak asli, informasinya tidak ada, tidak memiliki kejelasan. Kalau yang asli ada datanya, ada faktanya dan ada kejadiannya,” jelasnya.

Antusiasme serupa disampaikan peserta lainnya, Queen Asteres Yustin Mawar Daniela. Ia mengatakan pelatihan tersebut memberikan banyak ilmu baru yang sebelumnya belum mereka dapatkan secara langsung dari praktisi jurnalistik.

“Jadi yang pertama diajarkan dasar-dasar membuat berita, lalu membedakan mana yang fakta dan yang hoaks, lalu ada teknik-teknik pengambilan gambar dan editing dan juga banyak hal lagi,” ungkap Queen.

Menurut Queen, materi dan praktik yang diberikan sangat bermanfaat bagi siswa, terutama mereka yang akan mengikuti perlombaan yang berkaitan dengan multimedia maupun jurnalistik.

“Ini sangat berguna untuk kami yang akan mengikuti lomba,” ungkapnya.

Baca Juga  Pria Asal Lamongan Diringkus Usai Bobol Gudang Gasak Uang Puluhan Juta

Queen bahkan berharap IJTI Muria Raya dapat kembali datang ke sekolah mereka untuk memberikan pelatihan lanjutan.

“Mau, mau banget. Semoga IJTI mau mendatangi sekolah SMKN 1 Purwodadi untuk mengajari kami lagi,” urainya.

Sementara itu, Bidang Advokasi IJTI Muria Raya Andi Eko Prasetyo mengatakan pelatihan tersebut memang dirancang agar siswa tidak hanya menerima materi secara teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktik.

“Kami dari IJTI Muria Raya memberikan pelatihan terkait pembelajaran pengambilan gambar, bagaimana cara membuat naskah kepada teman-teman SMK yang kebetulan mengambil jurusan multimedia,” jelas Andi.

Selain jurnalistik, IJTI juga memberikan edukasi mengenai penggunaan media sosial secara baik dan benar. Para siswa didorong untuk tidak sembarangan memproduksi maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Kita lebih memberikan pemahaman tentang sanksi hukumnya bagaimana ketika memberikan berita hoaks tersebut,” ujarnya.

Andi mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-28 IJTI sekaligus bulan jurnalistik. Melalui kegiatan itu, IJTI ingin memperkenalkan jurnalistik kepada generasi muda sekaligus mendorong lahirnya citizen journalism yang mampu menyampaikan informasi secara akurat.

Baca Juga  Paparan Asap Pasca Toko Pertanian Terbakar, 12 Warga dan 1 Tenaga Medis Dievakuasi

“Adik-adik SMK ini bisa belajar menjadi citizen journalism, memasyarakatkan wartawan, serta mampu memberikan informasi yang baik dan benar kepada masyarakat terkait apa yang terjadi di lingkungan mereka masing-masing,” katanya.

Pelatihan tersebut mendapat apresiasi dari pihak sekolah. Guru SMKN 1 Purwodadi, Indah Indrawita, mengatakan para siswa terlihat senang mengikuti kegiatan dan mendapatkan keterampilan baru.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada IJTI karena telah memberikan ilmu ke anak didik saya. Dengan happy dan mereka bahagia, dan satu lagi bertambah juga keterampilan untuk hari ini,” ujarnya.

Indah berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar sehingga siswa memiliki kesempatan untuk memperdalam keterampilan jurnalistik dan multimedia.

“Harapan kami, kita bisa melanjutkan kerja sama untuk memperluas lagi. Mereka dapat belajar lagi agar mereka menjadi profesional,” jelasnya. (Tan)