GUNUNGKIDUL – Bau bahan kimia yang menyengat, pasca terjadinya kebakaran Toko Pertanian di komplek Pasar Ngawen Kamis, (25/07) sore, menyebabkan belasan warga dan satu orang tenaga medis terpaksa di evakuasi.
Hal tersebut disampaikan salah satu pendamping PKH Pemerintah Kapanewon Ngawen melalui grup WhatsApp.
Pasca kebakaran di Ngawen, semua warga diminta untuk tidak mendekati lokasi, lantaran bau dari bahan kimia aktif, dikhawatirkan akan merusak organ dalam jika mereka hirup.
“Dimohon semua warga untuk tidak mendekat dan tidak menghirup aroma dari bekas kebakaran tersebut,” demikian himbauan yang dishare melalui grup WA Sabtu, (26/07) malam.
Selanjutnya, bagi warga yang terpaksa akan beraktifitas di dekat lokasi bekas kebakaran di sarankan untuk mengenakan masker.
“Gunakan masker standart jika terpaksa di sekitaran lokasi,” tambahnya.
Pihaknya mengingatkan akan bahayanya mengirup udara di sekitar area tempat terjadinya kebakaran, untamanya bagi anak – anak. Untuk itu, warga sebaiknya tidak mendatangi tempat tersebut, apalagi untuk sekedar menonton.
Sebelumnya, diinformasikan 12 warga dan 1 orang tenaga medis terpaksa dievakuasi akibat mengirup asap pasca terjadi kebakaran.
“Untuk keseluruhan warga, mohon itu bukan tontonan, karena berbahaya. Sudah 12 warga dan 1 tenaga medis yg kita evakuasi karena paparan asap pasca kebakaran tersebut. Jauhkan dari Anak2 dan Orang Tua, pakai masker standart jika melintas di depan lokasi. 🙏🏻,” tulis himbauan yang dikirim via grup wa.
Dibenarkan Yanti salah satu warga setempat, kurir permakanan untuk penyandang disabilitas Kapanewon Ngawen wilayah Purworejo – Watusigar tersebut mengatakan, bahwa hingga saat ini, bau dari bahan kimia yang terbakar masih menyengat.
“Bau bahan kimianya masih menyengat. Karna saya tiap hari ngurir nganter bantuan permakanan untuk penyandang disabilitas. Kebetulan letak rumahnya berdekatan dengan lokasi kebakaran,” ucapnya.
Selain itu, juga beredar video larangan untuk mendekati tempat tersebut. Dari video amatir berdurasi kurang lebih 45 menit tersebut, dituliskan caption “DILARANG MENDEKAT KIMIA BERBAHAYA”.
Terkait hal tersebut, Kapolsek Ngawen AKP Arif Heriyanto S.A.P., mengatakan telah ada upaya koordinasi dengan instansi terkait sebagai langkah antisipasi.
“Tadi siang sudah ada koordinasi antara instansi terkait, langkah upaya – upaya untuk secepatnya mengevakuasi sisa atau puing – puing bekas kebakaran, ucap Arif.
Upaya evakuasi sisa dan puing bekas kebakaran, dikatakan Arif Heriyanto, perlu segera dikoordinasikan, lantaran hingga saat ini masih menyisakan bau yang dapat mengganggu kesehatan warga.
“Memang masih ada bau mas,” pungkasnya.
Sebelunya, diketahui sebuah Toko Pertanian yang berada di Komplek Pasar Ngawen, Kalurahan Kampung, Kabupaten Gunungkidul terbakar hebat Kamis, (25/07) sore.
Akibat kejadian tersebut, pemilik toko ARIS Margono (58), warga Padukuhan Kampung Lor RT 03/03, Kalurahan Kampung, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, mengalami kerugian material hingga miliar rupiah.
Penulis: Akbar Nhs
Editor: HRD








