IGTV.VISION – SEBANYAK 433 mahasiswa Universitas Tidar (UNTIDAR) menjalani proses wisuda periode ke-76 di Gedung Kuliah Umum (GKU) Sabtu 17 Oktober 2026.
Mereka adalah lulusan program sarjana dari lima Fakultas di kampus yang terletak di Kota Magelang, provinsi Jawa Tengah.
Para lulusan tersebut berasal dari lima Fakultas, yakni Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Pertanian (Faperta), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol).
Di antara para lulusan, Fatika Hayu Ariyani dari Program Studi Pendidikan Matematika berhasil menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,99 dan melalui skripsinya berhasil memberikan dampak langsung ke masyarakat dengan mengembangkan sebuah aplikasi pembelajaran matematika untuk siswa SMP.
“Peningkatan masa studi yang semakin singkat serta prestasi akademik yang membanggakan, khususnya dari Program Studi Pendidikan Matematika, FKIP yang sukses mencatatkan diri sebagai peraih wisudawan terbaik tiga kali berturut-turut. Alhamdulillah karena berkat kerja keras kita semuanya, dari bapak ibu dosen, didukung oleh seluruh tenaga kependidikan, serta semangat berjuang dari mahasiswa-mahasiswa Untidar, kita bersyukur jumlah wisudawan wisudawati kita selalu bertambah dari waktu ke waktu,” ujar Rektor, Prof. Dr. Sugiyarto dalam sambutannya.
Pesan Rektor tersebut menjadi bagian dari momentum pelepasan para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan di Untidar. Pengalaman mereka selama kuliah juga memperlihatkan berbagai cara mahasiswa mengembangkan kemampuan, baik melalui kegiatan akademik maupun aktivitas di luar perkuliahan.
Bagi Fatika Hayu Ariyani, ketertarikannya mengembangkan media pembelajaran berawal dari mata kuliah yang berkaitan dengan media pembelajaran di Program Studi Pendidikan Matematika.
Dirinya kemudian mencari platform yang dapat digunakan untuk membuat aplikasi tanpa harus menguasai pemprograman secara mendalam.
Nama aplikasi yang dikembangkan tersebut adalah Serlida yang diambil dari salah satu materi di matematika fase D yaitu sistem persamaan linear dua variabel.
Melalui YouTube, Fatika menemukan Kodular dan mulai mempelajarinya secara otodidak. Aplikasi telah disebarkan dan diimplementasikan ke sampel kelas VIII G MTs N 2 Kota Magelang dan diuji kelayakannya mulai dari kevalidan, kepraktisan, dan keefektifan nya.
“Awalnya saya mencari platform yang bisa digunakan oleh orang awam yang tidak mempelajari kode program secara utuh, tetapi tetap bisa menghasilkan aplikasi pembelajaran. Dari situ saya menemukan Kodular, lalu belajar dan mencoba mengeksplorasinya sendiri sampai akhirnya bisa menghasilkan media pembelajaran,” ungkap Fatika.
Selain mengembangkan media pembelajaran, Fatika mulai menekuni usaha keluarga yang dijalankan ibunya di Klaten, Jawa Tengah.
Ibunya menjadi penjual berbagai jenis kue, mulai dari cake, roti. Sementara ayahnya bekerja sebagai pekerja pabrik di Riau.
Sejak duduk di bangku SMA, Fatika telah tinggal berjauhan dari ayahnya. Dukungan dari orang tua menjadi salah satu motivasinya selama menempuh pendidikan.
Bekal ilmu kewirausahaan yang diperoleh selama kuliah juga ia manfaatkan untuk mengembangkan usaha keluarga.
Fatika pun mulai menambahkan jenis produk baru yang dijual bersama produk buatan ibunya.
“Selama kuliah di Untidar, saya mendapatkan teori kewirausahaan sampai praktiknya. Jadi, ketika belum bisa sepenuhnya menggunakan ilmu sebagai guru di sekolah, saya masih bisa menerapkan ilmu yang diperoleh untuk mengembangkan usaha orang tua,” jelasnya.
Setelah lulus, Fatika berencana mengembangkan usaha tersebut lebih jauh sambil tetap mempersiapkan diri untuk menjadi pengajar.
“Saya ingin mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan tetap menekuni bidang pendidikan karena menyukai kegiatan mengajar serta berinteraksi dengan siswa,” pungkas Fatika. (Tan)








