Minggu, Mei 17, 2026
Beranda REGIONAL DIY Kerangka Manusia Ditemukan Diarea Perumahan Griya Arga Permai

Kerangka Manusia Ditemukan Diarea Perumahan Griya Arga Permai

133

KERANGKA manusia ditemukan di wilayah Perumahan Griya Arga Permai, Nogotirto, Gamping, Sleman, pada Selasa, 3 Februari 2026, sekitar pukul 15.30 WIB.

Penemuan kerangka manusia tersebut membuat kaget warga disekitar lokasi kejadian.

“Berdasarkan laporan tersebut, petugas Polsek Gamping bersama piket fungsi dan Tim Inafis Polresta Sleman segera mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan olah tempat kejadian perkara (TKP),” ujar Kasi Humas Polresta Sleman AKP Salamun, Kamis 5 Febuari 2026.

Baca Juga  Sidang Tipikor Debitur Fiktif BRI, Pengacara Roda Dua Ingatkan Hakim Jangan Paksa Pakai Dalil Jaksa

Menurut Salamun, penemuan kerangka manusia tersebut berawal saat pemilik rumah berinisial SRS (60) bersama anaknya berinisial FS (21) mendatangi rumah yang telah lama tidak ditempati untuk dilakukan pembersihan.

“Setelah pintu rumah berhasil dibuka, pelapor mendapati kondisi rumah tidak berpenghuni dalam waktu lama, serta menemukan sebuah sepeda motor dan helm dalam keadaan berdebu,” terangnya.

Karena merasa curiga, lanjut Salamun, pelapor kemudian menghubungi Ketua RT setempat berinisial HA (71) dan seorang saksi lainnya berinisial SI (28) untuk bersama-sama mengecek kondisi rumah.

Baca Juga  Rumah di Sleman Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp100 Juta

“Saat dilakukan pengecekan di lantai atas rumah, para saksi menemukan kerangka manusia di depan pintu kamar tidur,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, atas kejadian tersebut, pelapor segera melaporkan kepada Polsek Gamping.

“Selanjutnya, petugas kepolisian melakukan pengamanan TKP, pendataan saksi-saksi, serta membawa kerangka manusia ke RS Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut,” urainya.

Baca Juga  USHP FH Universitas Janabadra Gelar "Living Law", Bedah Konflik Kedaulatan Masyarakat Adat dan Korporasi

Saat ini, masih menurut Salamun, identitas korban masih dalam proses identifikasi forensik oleh pihak RS Bhayangkara melalui pemeriksaan odontologi forensik dan DNA. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tulang belulang yang diperiksa.

“Polresta Sleman masih terus melakukan pendalaman dan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi serta berkoordinasi dengan pihak rumah sakit guna memastikan identitas dan penyebab kematian korban,” pungkas Salamun. (Tan)