Sabtu, Mei 16, 2026
Beranda REGIONAL DIY Gorok Leher Sendiri, Warga Sleman Ditemukan Tewas

Gorok Leher Sendiri, Warga Sleman Ditemukan Tewas

6

IGTV.VISION – SEORANG pria asal Kabupaten Gunungkidul yang ditinggal di Kecamatan Seyegan, Sleman, provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta ditemukan tewas usai menggerok lehernya sendiri.

“Korban seorang pria berinisial S (47 tahun), warga Karangmojo, Gunungkidul,” ujar Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro, kepada wartawan, Jumat 15 Mei 2026.

Menurut Argo, korban ditemukan dirumahnya di Dusun Topadan, Kalurahan Margoagung, Seyegan pada Jumat, 15 Mei sekira pukul 07.10 WIB.

“Pada Kamis malam, 14 Mei sekira pukul 21.00 WIB, seorang warga setempat beeinisla U sempat bertemu korban yang mengaku tidak bisa tidur karena sakit asam lambung.,” tambahnya.

Baca Juga  Polda DIY Resmikan SPPG Sentolo II Berbasis Aplikasi LILO

Pada keesokan harinya, lanjut Argo, sekira pukul 06.45 WIB, ibu korban melihat ada bercak darah di kamar korban. Tak selang lama ia memanggil Ketua RT dan melaporkannya ke Polsek Seyegan.

“Petugas Polsek Seyegan bersama Tim Inafus dan tenaga medis kemudian mendatangi TKP. Disana tim menemukan korban telah meninggal dunia dengan luka sayatan di leher serta sebilah pisau di samping tubuh korban. Selanjutnya korban dibawa ke RS Bhayangkara,” ucap Argo.

Baca Juga  Polda DIY Kembali Kirim Bantuan dan Perangkat Starlink ke Korban Bencana di Sumatera

Argo menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara tidak ditemukan adanya sidik jari pada pisau di lokasi kejadian.

“Ditemukan surat pesan yang diduga ditulis oleh korban. Keluarga menerangkan jika korban sebelumnya pernah berpamitan karena tidak kuat menahan sakit asam lambung,” ungkapnya.

Masih menurut Argo, dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga meninggal dunia akibat bunuh diri karena sakit yang dideritanya.

Baca Juga  Pertamina Patra Niaga Dukung Program Ketahanan Pangan

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak mengambil jalan pintas dengan mengakhiri hidup saat menghadapi sakit atau masalah.

“Warga diminta agar peduli terhadap lingkungan, memperkuat iman, dan segera mencari bantuan atau melapor ke polisi melalui Call Center 110 jika terindikasi ada warga yang sedang depresi dan berniat mengakhiri hidup,” pungkas Argo. (Tan)