Sabtu, Oktober 17, 2026
Beranda Headline Sebut BBM Aman, Bahlil Diingatkan Jangan asal Ngomong

Sebut BBM Aman, Bahlil Diingatkan Jangan asal Ngomong

39

IGTV.VISION – KETUA umum Perkumpulan Pengacara dan Penasehat Hukum Indonesia (P3HI), Aspihani Assegaf, menilai klaim yang disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia karena menyebut ketahanan stok Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional dalam posisi aman (cukup untuk 16–18 hari) adalah keliru.

“Pernyataan Bahlil tersebut tidak mendasar alias asal bunyi,” ujarnya Jumat 16 Oktober 2026.

​Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengklaim bahwa cadangan BBM nasional tidak mengalami masalah dan pengawasan terus dilakukan.

Baca Juga  Bupati Gunungkidul Melayat Pemuda yang Tertembak Senapan Polisi

​”Kalau stok nasional itu kita di angka 16 sampai 18 hari, jadi masih clear, enggak ada masalah secara stok-stok nasional. Jadi mungkin distribusinya yang ada sedikit mengalami kendala,” ujar Bahlil kepada awak media di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu kemarin.

​Namun, klaim tersebut dibantah keras oleh Aspihani Assegaf. Berdasarkan pengamatan langsung di lapangan, ia menemukan fenomena kelangkaan dan antrean panjang BBM khususnya jenis Pertalite masih terjadi di wilayah Kalimantan.

Baca Juga  Polda DIY Gelar Apel Kesiapsiagaan Tanggap Darurat Bencana

​”Kemarin saat saya melakukan perjalanan dari Banjarmasin (Kalsel) menuju Samarinda (Kaltim), BBM jenis Pertalite sangat sulit didapatkan di sepanjang jalan,” terangnya.

Menurutnya, hampir seluruh SPBU mengalami kekosongan. Di SPBU yang masih memiliki stok, antrean kendaraan mengular hingga lebih dari 500 meter.

​Atas dasar temuan tersebut, Aspihani menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh hanya melihat angka di atas kertas tanpa menyelesaikan masalah konkret di lapangan.

Baca Juga  Belum ada Rencana Ganti Rugi Hewan Ternak Terkena PMK

Menurutnya, hambatan distribusi yang berkepanjangan pada akhirnya tetap dirasakan masyarakat sebagai bentuk kelangkaan.

​”Kami mendesak Kementerian ESDM dan pihak terkait untuk segera turun tangan membenahi alur distribusi dan memastikan ketersediaan BBM jenis Pertalite di wilayah Kalimantan serta daerah-daerah lain yang terdampak,” pungkasnya. (Tan)