Minggu, Agustus 16, 2026
Beranda REGIONAL DIY Warga Banyurejo Sleman Tolak Pemagaran dan Pemasangan Portal Jasa Marga

Warga Banyurejo Sleman Tolak Pemagaran dan Pemasangan Portal Jasa Marga

59

IGTV.VISION – WARGA di sekitar Exit Toll Banyurejo, Kapanewon Tempel, Sleman, menyampaikan pendapat di muka umum pada Sabtu (16/8/2026) untuk menolak keras rencana pemasangan portal besi dan pagar sepanjang kurang lebih satu kilometer di ruas Jalan Provinsi DIY Exit Toll Banyurejo.

Kebijakan yang direncanakan PT Jasa Marga dinilai sangat merugikan dan mengancam mata pencaharian warga setempat.

Koordinator Forum Warga Terdampak Exit Toll Banyurejo, Agus Wintolo, menjelaskan bahwa keberatan warga bukan tanpa alasan. Pemasangan portal besi tersebut dikhawatirkan akan mematikan potensi UMKM warga yang baru mulai tumbuh di kawasan tersebut.

Baca Juga  Bobol Rumah Warga, 2 Pria Dihajar Massa

“Dengan adanya pemasangan portal besi ini, UMKM warga kami akan mati sebelum berkembang. Bagaimana mungkin pengguna jalan dari jalur utama dialihkan ke jalur bantuan yang lebarnya tidak sesuai ekspektasi?” ujar Agus di lokasi aksi, Sabtu pagi.

Selain dampak terhadap pelaku usaha, warga juga mengkhawatirkan terganggunya akses pertanian. Jalan alternatif yang disiapkan dinilai terlalu sempit sehingga kendaraan pertanian maupun mobil pengangkut hasil panen akan kesulitan berpapasan dan berpotensi menimbulkan kemacetan parah.

Kerugian yang lebih mendalam, kata Agus, adalah anjloknya harga tanah warga di kawasan tersebut. Padahal tanah tersebut merupakan aset masa depan dan warisan bagi anak cucu.

Baca Juga  BPKN Berharap Pertamina Patra Niaga Jalankan Distribusi dengan Baik

“Tanah itu aset anak cucu kami. Kalau ada pemagaran dan portal, otomatis akses terbatas, harga tanah anjlok. Ini kerugian jangka panjang yang tidak bisa dikembalikan,” tegasnya.

Warga sebelumnya telah menyampaikan keberatan kepada pihak PT Jasa Marga, namun sejauh ini belum ada tanggapan yang mengakomodasi aspirasi masyarakat. Pihak pengelola jalan tol tetap bersikeras melanjutkan rencana pemasangan portal tersebut.

Karena tidak didengar, warga bertekad untuk terus memperjuangkan hak-haknya. Agus menyampaikan bahwa pihaknya juga akan menyampaikan surat kepada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, untuk memediasi permasalahan ini antara warga dan PT Jasa Marga.

Baca Juga  Kapolda DIY Tekankan Profesionalisme dan Integritas Penegakan Hukum

“Kami akan meminta Kanjeng Sinuhun Ngarsa Dalem untuk memediasi masyarakat Exit Toll Banyurejo dengan pihak Jasa Marga. Kami berharap beliau dapat membantu memberikan solusi yang adil bagi rakyat,” ungkap Agus dengan penuh harap.

Warga menuntut agar PT Jasa Marga mencabut dan membatalkan rencana pemasangan portal besi di sekitar lingkungan Exit Toll Banyurejo.

Jika aspirasi tetap tidak didengar, warga menyatakan siap untuk terus melawan dan melakukan langkah-langkah lanjutan demi membela kepentingan bersama. (Tan)