Diduga Serangan Jantung, Warga Banten Meninggal Mendadak di Pinggir Jalan

78

TIDAK ada yang tahu akan takdir kematian. Peristiwa menggemparkan terjadi di wilayah Dusun Widoro Kulon, RT 008 RW 002, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Berniat membeli tiket bus untuk kembali pulang usai silaturahmi lebaran, Sudarso meninggal dunia secara mendadak di pinggir jalan, Selasa (07/04/2026) pukul 08.45 WIB.

Kapolsek Patuk AKP Solechan, S.H., M.M., melalui Kasi Humas Iptu Purwanto membenarkan kejadian tersebut. Purwanto menjelaskan, sebelumnya, korban berjalan dari rumah saudaranya di Dusun Widoro Kulon RT 008 RW 002, Kalurahan Bunder, Kapanewon Patuk dengan tujuan menuju loket pembelian tiket yang berjarak kurang lebih 300 meter dari rumah saudaranya.

Baca Juga  Perhimpunan UKM Indonesia : Kementerian UMKM dan Koperasi Berpisah, Kinerja Harus Lebih Gesit

Namun, belum sampai lokasi tujuan, korban secara tiba-tiba duduk dan selanjutnya terlentang/jatuh di pinggir jalan.

Salah satu saksi mata yang sedang minum kopi di kantin Toserba Sambipitu melihat korban jatuh terlentang di lokasi kejadian. Mengetahui kejadian tersebut, Saksi kemudian memanggil rekannya dan segera mendatangi dan memeriksa keadaan korban.

“Setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban diketahui dalam kondisi tidak sadarkan diri dan diduga telah meninggal dunia,” ungkap Purwanto.

Baca Juga  Rekomendasi Lurah, Dan Panewu Ditolak Dinas Sosial Gunungkidul

Lebih lanjut dijelaskan, kejadian tersebut segera dilaporkan ke Mapolsek Patuk untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, korban sebelumnya datang ke tempat saudaranya di Widoro Kulon pada hari Senin, 6 April 2026 dalam rangka silaturahmi pasca Hari Raya Idul Fitri.

“Korban merupakan warga Komp. GSI Blok C.8 No.01 RT 007/RW 006, Margatani, Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten,” terang Purwanto.

Baca Juga  Mahasiswa Disambet Clurit Orang Tak Dikenal

Berdasarkan hasil pemeriksaan tenaga medis dr. Taufik Fitri Yanto, diperoleh keterangan bahwa pada tubuh korban tidak ditemukan adanya luka maupun tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan.

“Dari riwayat kesehatan korban diketahui korban mempunyai riwayat sakit jantung serta pernah menjalani operasi jantung,” pungkas Purwanto.

Penulis: Agus SW
Editor: HRD