Rabu, Juni 3, 2026
Beranda REGIONAL DIY Musim Hujan 2023-2024 PDAM Tirta Handayani Diharap Tidak Lagi Jualan ‘Air Keruh’

Musim Hujan 2023-2024 PDAM Tirta Handayani Diharap Tidak Lagi Jualan ‘Air Keruh’

500

GUNUNGKIDUL-igtv.vision | Sistem pelayanan air minum (SPAM) dan pengolahan air (IPA) lokasi Seropan mulai digarap. Harapannya tujuh kapanewon tidak lagi menerima pasokan air keruh di musim hujan.

Hal itu terungkap saat Bupati melakukan peletakan batu pertama di Kalurahan Gombang, Ponjong, Kamis 15-6-2023.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Irawan Jatmiko mengatakan, instalasi pengolahan air (IPA) menelan anggaran Rp 37,7 miliar.

Baca Juga  Publik Figur Inisial SI Diduga Lakukan Penipuan dan Penggelapan, Terhadap Pengusaha Muda Dimas Adi Prayudi

“SPAM Seropan menambah luas layanan untuk tujuh kapanewon. Khusus soal sistem penyediaan air minum (SPAM) Seropan,” ungkap Irawan.

IPA seropan ditangani Balai Prasarana dan Permukiman Wilayah (BPPW) DIY.

Anggaran dibagi menjadi tiga paket. Pertama, pembuatan bangunan pendukung SPAM Rp 12.606.597.105,00.

Kedua, untuk konsultan supervisi peningkatan IPA Kapasitas 100 liter perdetik Rp 1.091.805.435,00.

Baca Juga  Ultah Gunungkidul Ke-192 Terpusat di Jantung Kota, Melebar Ke Pesisir, Tembus Ratusan Desa

Ketiga, peningkatan IPA Kapasitas 100 (2×50) liter perdetik Rp 24.100.600.000,00.

Lahan yang digunakan untuk pengembangan fasilitas tersebut adalah milik PDAM.

Fasilitas itu ditargetkan selesai 18 Desember 2023. Harapannya, bermanfaat bagi warga Kapanewon Semanu, Karangmojo, Ponjong, Ngawen, Semin, Rongkop dan Wonosari.

“Saat musim hujan semoga air tidak keruh lagi,” tegas Jatmiko.

Baca Juga  Aliansi Relawan Prabowo Gibran Siap Sukseskan Deklarasi Gerakan Solidaritas Nusantara (GSN)

Bupati Gunungkidul Sunaryanta menyebut, optimalisasi SPAM Seropan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan air minum domestik dan non domestik. Juga menunjang peningkatan ekonomi dan mengangkat derajat hidup masyarakat 7 kapanewon.

“Pembangunan ini direncanakan memiliki kapasitas 200 liter perdetik, meski baru terakomodir 100 liter perdetik. Semoga bisa dilanjutkan tahun depan,” kata Bupati.

(Bambang Wahyu)