IGTV.VISION – MUSEUM Gunungapi Merapi (MGM) menjadi tempat berkumpulnya berbagai kesenian tradisional dari Kabupaten Sleman, berkat fasilitasi yang diberikan Dinas Kebudayaan (Kudha Kabudayan) Sleman.
Sejak awal tahun 2026, pelaksanaan pentas seni rutin di tempat ini terus berjalan dengan menampilkan beragam karya budaya khas daerah yang tak hanya menghibur, tetapi juga menjadi sarana pelestarian warisan leluhur.
Ditemui di kantor pengelola Museum Gunungapi Merapi, Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Gunungapi Merapi, Imam Muslikh Mahmudi, menjelaskan bahwa kegiatan pentas seni ini dilaksanakan secara teratur sebagai bagian dari program pengembangan budaya daerah. Hingga bulan April 2026, berbagai pertunjukan telah digelar dengan antusiasme yang tinggi dari masyarakat dan pengunjung.
“Sejak Januari 2026, kita sudah melaksanakan berbagai acara pentas seni. Tepatnya pada 12 April lalu, kita menampilkan Seni Kerakyatan dari kelompok Badui Amin yang berasal dari Padukuhan Somokaton. Kemudian pada 25 April 2026, pagi hari disajikan pertunjukan Mocopat, dan siang harinya ada penampilan dari Komunitas Sinden Warsita Budaya Kabupaten Sleman yang mempersembahkan kesenian Uyon-Uyon,” urai Imam.
Untuk tahun 2026, kegiatan pentas seni ini direncanakan akan dilaksanakan setiap bulan. Bahkan untuk periode Mei hingga Juli, sudah disusun jadwal pertunjukan dari delapan kelompok kesenian induk yang terdaftar, antara lain:
1. Paguyuban Sinden Warsita Budaya dengan kesenian Uyon-Uyon
2. Sanggar Muda Budaya dengan kesenian Congkekan dan Campursari
3. Himpunan Mahasiswa dan Kesenian Rakyat Indonesia (HMKRI) dengan musik Keroncong
4. Ikatan Kesenian Orkes Melayu (IKOM) dengan musik Orkes Melayu
5. Sanggar Seni Suryo Sumaning Sejati (SMSS) dengan kesenian Mocopat
6. Paguyuban Seni Rakyat (Paser) dengan kesenian Badui dan Kumbro
7. Paguyuban Kesenian Jathilan dan Sejenisnya (PKJS) dengan kesenian Jathilan
8. Kelompok Seni Kerakyatan dengan kesenian Sronthol Dhadung serta seni tradisional Awuk Antup
Imam menambahkan bahwa tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menarik minat wisatawan agar berkunjung ke Museum Gunungapi Merapi. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan berbagai jenis kesenian tradisional yang dimiliki oleh masyarakat Sleman.
“Saya berharap dengan adanya kegiatan pentas seni ini, tidak hanya masyarakat lokal yang menikmatinya, tetapi juga wisatawan yang datang ke sini bisa mengetahui kekayaan budaya yang kita miliki. Semoga ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi perkembangan pariwisata di daerah kita,” harapnya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Sinden Kabupaten Sleman yang tergabung dalam kelompok Sinden Warsita Budaya, Widosari, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kesempatan yang diberikan. Ditemui di lokasi acara pada Sabtu (25/4/2026), ia mengaku sangat bersyukur karena kelompoknya bisa berpartisipasi dalam kegiatan yang bermanfaat ini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Dinas Kebudayaan Sleman melalui UPTD Museum Gunungapi Merapi yang sudah memfasilitasi kegiatan pentas seni ini. Kehadiran acara semacam ini sangat membantu kita dalam melestarikan budaya, selain itu juga semakin mempererat hubungan persaudaraan dan kerukunan antar sesama Sinden di seluruh wilayah Sleman. Baik yang sudah berpengalaman maupun yang masih pemula, semua bisa berkumpul dan saling berbagi pengalaman,” ujar Widosari dengan senyum.
Ia menambahkan bahwa keberadaan tempat ini juga memberikan ruang yang baik bagi para seniman untuk menyalurkan bakat dan ekspresi mereka. “Dengan adanya tempat dan kesempatan seperti ini, kita semua bisa menampilkan karya terbaik kita. Untuk ke depannya, semua anggota Sinden diharapkan bisa tampil secara bergantian, sehingga semua bisa merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Untuk jadwal selanjutnya, pada bulan Mei 2026 mendatang, Paguyuban Sinden Warsita Budaya Sleman berencana menampilkan kesenian Tari Gambyong dalam kegiatan pentas seni di Museum Gunungapi Merapi. Widosari berharap acara ini bisa berjalan dengan lancar dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak, serta dapat terus berlanjut dalam jangka waktu yang panjang. (Tan)








