IGTV.VISION – KAPOLRESTA Sleman, Polda DIY AKBP Dhimas Prasetyo meminta jajaran Polsek mengintensifkan koordinasi dengan Kapanewon dan Lurah dilingkungannya masing-masing.
Pesan tersebut disampaikan Dhimas menyusul meroketnya harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Sleman saat ini.
Berkaca pada tahun 2022 silam, seorang pria bernama Widodo Bowo Purnomo (49) tewas dianiaya setelah diduga mencuri cabai di Kalurahan Donokerto, Kapanewon Turi, Kabupaten Sleman, pada Rabu malam, 15 Juni tahun 2022.
Korban ditemukan tewas di kebun salak milik warga yang tak jauh dari lokasi ladang cabai yang dicurinya.
Sayangnya, seorang pemuda berusia 17 tahun berinisial HH bertindak main hakim sendiri saat mengejar terduga pencuri.
Pelaku menyabetkan clurit ke tubuh korban hingga tewas dan ditemukan tewas pada pagi harinya.
“Masing-masing Kapolsek saya minta kerjasama dengan Kapanewon masing-masing untuk mengantisipasi aksi pencurian cabai,” ujar Dhimas saat menggelar silaturahmi dengan wartawan Selasa 3 November 2026.
Dirinya meminta masyarakat tidak main hakim sendiri saat menangkap pencuri atau menemukan tindak pidana lainnya.
Karena, lanjut Dhimas, aksi main hakim sendiri justru akan menimbulkan masalah baru bagi mereka.
“Kami minta warga tdak main hakim sendiri. Segera menghubungi kantor kepolosian terdekat atau call center 110,” ucapnya.
Tak lupa, Dhimas meminta petani cabai lebih meningkatkan kewaspadaan. Karena, pencuri cabai tidak menutup kemungkinan akan melancarkan aksinya.
“Petani juga kami minta untuk tetap waspada terhadap aksi pencurian. Pesan kami jangan main hakim sendiri,” pungkas Dhimas. (Tan)








