Kamis, Mei 14, 2026
Beranda Headline Sikap Dewan Pers Terkait Pencabutan ID Card Istana Reporter CNN Indonesia

Sikap Dewan Pers Terkait Pencabutan ID Card Istana Reporter CNN Indonesia

237

DEWAN Pers meminta Biro Pers Istana memberi penjelasan mengenai pencabutan ID Card wartawan CNN Indonesia agar tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik di lingkungan Istana.

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat mengatakan, pihaknya telah menerima pengaduan terkait pencabutan ID Card reporter CNN Indonesia yang bertugas di lingkungan Istana Kepresidenan.

“Sehubungan dengan hal tersebut, Dewan Pers kembali mengingatkan semua pihak untuk menjunjung tinggi pelaksanaan kemerdekaan pers yang dijalankan oleh wartawan/jurnalis di mana pun bertugas,” kata Komarudin Hidayat dalam siaran pers Minggu 28 September 2025.

Baca Juga  Suja’i: Masuk Dunia Politik, Berani Keluar Uang dan Siap Kecewa

Ia melanjutkan, Biro Pers Istana sebaiknya memberikan penjelasan mengenai pencabutan ID Card wartawan CNN Indonesia agar tidak menghambat pelaksanaan tugas jurnalistik di lingkungan Istana.

“Dewan Pers menyerukan kepada semua pihak untuk menghormati tugas dan fungsi pers yang mengemban amanah publik sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers,” urainya

Baca Juga  Musim Hujan 2023-2024 PDAM Tirta Handayani Diharap Tidak Lagi Jualan 'Air Keruh'

Menurut Komarudin, Dewan Pers berharap kasus ini maupun kasus serupa tidak terulang di masa mendatang demi terjaganya iklim kebebasan pers di Indonesia.

“Dewan Pers meminta agar akses liputan wartawan CNN Indonesia yang dicabut segera dipulihkan sehingga yang bersangkutan dapat kembali menjalankan tugas jurnalistiknya di Istana,” urainya.

Sebelumnya, kartu Pers Istana wartawan CNN Indonesia bernama Diana Valencia dicabut pihak Istana lantaran menanyakan soal perkembangan Makan Bergizi Gratis atau MBG di Indonesia.

Baca Juga  Diduga Terlilit Hutang, Pria di Bantul Nekat Bunuh Diri

Pertanyaan itu disampaikan wartawan CNN ke presiden Prabowo Subianto setibanya di Indonesia usai menghadiri sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Sabtu 27 September 2025. (Tan)