Tim SAR Gabungan Temukan Jasad Korban Laka Laut Pantai Parangtritis

61

IGTV.VISION – JASAD Angger Raditya Nanda Pradana (16) warga Pandes, Panggungharjo, Sewon, Bantul, DIY akhirnya ditemukan tim SAR gabungan di pantai Parangtritis, Senin (20/04/26) sore.

Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban tenggelam di kawasan Pantai Parangtritis, setelah melakukan pencarian selama dua hari.

Diketahui, Angger Raditya Nanda Pradana hilang sejak Minggu 19 April sekitar pukul 17.30 WIB. Korban dilaporkan terseret ombak saat sedang berlatih surfing di Pantai Parangtritis.

Pipit Eriyanto Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Yogyakarta mengatakan, pada pencarian hari ini tim SAR gabungan mengerahkan sejumlah unsur untuk memperluas area pencarian.

“Penyisiran dilakukan oleh SRU darat dari lokasi kejadian ke arah Parangendog dan Parangkusumo, serta di sekitar titik lokasi kejadian perkara (LKP). Sementara, SRU laut melakukan pencarian menggunakan jetski, dan SRU udara memantau menggunakan drone hingga radius 500 meter,” kata Pipit kepada wartawan.

Baca Juga  Jelang Natal, 40 Gereja di Yogya Disterilisasi

Upaya pencarian korban, ujar Pipit, akhirnya membuahkan hasil. Korban berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia pada sekitar pukul 16.35 WIB.

“Korban berhasil dalam kondisi meninggal dunia, pada jarak kurang lebih 3 kilometer dari lokasi kejadian awal. Saat ini korban telah dievakuasi untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pencarian melibatkan berbagai unsur SAR gabungan dengan koordinasi yang intensif di lapangan.

“Melibatkan unsur darat, laut, dan udara. Sinergi seluruh potensi SAR menjadi kunci dalam percepatan proses pencarian hingga korban dapat ditemukan,” jelasnya.

Baca Juga  Pria di Bantul Nekat Curi Kotak Infak

Lokasi penemuan korban, Lebih jauh ditambahkan Pipit, berada di sekitar kawasan pesisir timur Bantul, tidak jauh dari wilayah pantai Parangtritis.

Pihaknya juga mengimbau agar masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di kawasan Pantai Selatan.

“Masyarakat dan wisatawan agar selalu memperhatikan keselamatan, mematuhi rambu-rambu yang ada, serta tidak berenang di area berbahaya. Pantai Selatan memiliki karakteristik ombak besar dan arus kuat yang dapat membahayakan,” tegasnya.

Sebelumnya diketahui, Angger Raditya Nanda Pradana (16) terseret ombak saat sedang berlatih surfing di Pantai Parangtritis, Minggu (19/04/2026).

Baca Juga  Hadiah Honda HR-V Siap Dibawa Pulang di MyPertamina Tebar Hadiah 2025

Peristiwa tersebut terjadi saat korban dan dan satu temannya berinisial AHS datang ke pantai Parangtritis untuk bertemu pelatih surfing sekitar pukul 16.00 WIB.

Setibanya disana, korban meminta pelatih surfing yang kebetulan temanya untuk diajari bermain. Namun permintaan itu ditolak karena sang pelatih sudah ada janji melatih orang lain.

Tak disangka korban kemudian meminjam papan surfing milik rekannya untuk digunakan bermain bersama AHS.

Tanpa sepengetahuan pelatih dan dilengkapi peralatan yang sesuai SOP korban dan AHS bermain surfing di area ripcurent, sehingga kedua remaja tersebut akhirnya tergulung ombak.

AHS berhasil diselamatkan petugas, namun korban ditemukan tak bernyawa pada Senin sore oleh tim SAR gabungan. (Tan)