Selasa, Mei 19, 2026
Beranda REGIONAL DIY Alami Kecelakaan Tunggal, Warga Bantul Ngaku jadi Korban Klitih

Alami Kecelakaan Tunggal, Warga Bantul Ngaku jadi Korban Klitih

38
Foto: Lokasi korban mengalami kecelakaan tunggal.

IGTV.VISION – SEORANG pemuda berinisial AWP (28) warga Bantul, DIY mengaku menjadi korban kejahatan jalanan atau klitih di kawasan Ring Road Manding, Kabupaten Bantul, D.I. Yogyakarta. Namun, dari hasil penyelidikan, laporan tersebut dipastikan hoaks, dan yang sebenarnya korban mengalami kecelakaan lalu lintas tunggal.

Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto menegaskan, narasi pengeroyokan oleh delapan orang menggunakan empat sepeda motor tersebut hanyalah karangan korban.

“Kami tegaskan, kejadian di Ring road Manding itu bukan kasus kejahatan jalanan atau pengeroyokan, melainkan murni kecelakaan lalu lintas tunggal. Korban menabrak tiang lampu jalan,” ujar Rita, Senin (18/05/2026).

Berdasarkan hasil pemeriksaan mendalam, polisi mengungkap alasan mencengangkan di balik kebohongan yang dibuat oleh warga Sabdodadi, Bantul tersebut. A

Baca Juga  Geger! Pembeli Sate Ditusuk Orang Tak Dikenal

AWP sengaja mengarang cerita dramatis ditendang dan disabet senjata tajam karena alasan keluarga.

“Motif korban mengaku menjadi korban kejahatan jalanan adalah karena rasa takut. Korban tidak ingin ibunya yang saat ini sedang dalam kondisi sakit merasa syok atau khawatir jika mengetahui anaknya mengalami kecelakaan lalu lintas,” ungkap Rita.

Diketahui, kasus bermula ketika AWP mengaku dihadang dan dikeroyok oleh gerombolan motor pada Sabtu (16/5) sekira pukul 02.00 WIB di Jalan Tentara Pelajar (Ring road Manding).

Korban mengaku stang motor Honda Vario miliknya ditendang hingga jatuh, lalu disabet senjata tajam di bagian tangan dan kelopak mata.

Alibi tersebut terbongkar saat Unit Reskrim melakukan olah TKP, memeriksa saksi-saksi di lokasi, dan menyisir rekaman CCTV milik warga.

Baca Juga  Sidak Bersama Khofifah, Pertamina Komitmen Pantau Kelancaran Distribusi BBM di Jember

Fakta di Lapangan Berbeda

Menurut kesaksian Rispandi (28), pemilik warung di sekitar TKP, mengatakan bahwa dengan menggunakan penerangan senter, ia  melihat jelas korban mengalami kecelakaan tunggal menabrak tiang lampu di sebelah Barat warung miliknya pada pukul 02.17 WIB.

Saat korban bangkit dan pergi, situasi jalanan sangat sepi dan tidak ada gerombolan motor sama sekali.

Sementara itu, Kamin warga setempat, juga mengaku mendengar suara benturan keras yang terjadi pada sekitar pukul 02.00 WIB, dan pada pagi harinya, ia menemukan pecahan bodi motor, sandal, plat nomor kendaraan (AB 6926 BC), serta kap lampu jalan yang jatuh berserakan akibat tertabrak motor korban.

Baca Juga  Kapolri Listyo Sigit Prabowo Safari Ramadan di Polda DIY

Terpisah, dari hasil mengonfrontasi AWP dengan kesaksian warga, rekaman CCTV, dan bukti fisik di lapangan, pemuda berusia 28 tahun itu akhirnya tidak bisa berkutik dan mengakui seluruh kebohongannya.

“Setelah dikonfrontasi dengan fakta-fakta penyelidikan, keterangan korban akhirnya berubah. Ia mengakui tidak ada kekerasan atau pengeroyokan yang dialaminya. Kejadian sebenarnya adalah ia kehilangan kendali dan menabrak tiang besi di Dusun Nogosari, Trirenggo,” jelas Rita.

Pihak Polres Bantul mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah membuat narasi atau laporan palsu yang dapat memicu keresahan dan kegaduhan di tengah masyarakat.

“Khususnya terkait isu stabilitas keamanan di wilayah Bantul,” pungkas Rita. (Tan)